Hidup Sekali Jalan, Kesulitan Hanya Sebentar

Apa yang dipikirkan oleh seorang pemuda berusia 28 tahun yang keadaan hidupnya masih sama seperti terakhir kali saat ia meninggalkan bangku SMA, dan meski ia telah menamatkan kuliah dan memiliki beberapa kemampuan dasar yang telah dimiliki sejak SD, namun itu semua belum membantunya untuk meraih apa yang diimpikannya yaitu memiliki sebentuk kehidupan yang sederhana, mandiri, pondasi hidup yang kukuh dan stabil.

pixabay.com

Hidup in sepertinya sangat rumit untuk dijalani, sulit menemukan ruang luas yang bebas, meski bebas namun terbatas dalam kotak segiempat, sementara di luar sana nun jauh banyak kehidupan yang bisa dicoba dan dirasakan, namun akses menuju ke sana sangatlah sulit tanpa uang, bahasa, dan koneksi.

Memiliki pikiran yang rumit sangatlah pelik, memiliki keluhan akan situasi yang menjepit membuat frustasi tersendiri bagi diri, sehingga sebetulnya hal pokok atau primer yang harus dipenuhi adalah soal tempat, lingkungan yang terkondisikan, kecukupan akan kebutuhan yang diperlukan, keseimbangan dalam pemakaian waktu untuk semua kebutuhan tidak hanya berkutat pada satu hal terus menerus sepanjang waktu hingga membuat kelelahan mental tersendiri yang berujung makin membesarnya rasa frustasi, depresi, hingga bisa berujung terdampar di rumah sakit jiwa. Entah sudah berapa banyak orang yang sakit jiwanya karena tidak kuat menanggung nestapa hidup di zaman high tech yang katanya memudahkan kehidupan manusia namun nyatanya teknologi menjauhkan manusia dari ketenangan dan kedamaian hidup yang berorientasi pada sisi materi.

Kehidupan manusia semakin terikat dengan banyaknya aturan semakin majunya tingkat kehidupan. Pada akhirnya uang akan banyak keluar dan tercecer, semakin boros, dan tidak akurat. Mereka yang berlimpah materi tak pernah menyadari, mereka yang miskin tidak mungkin memakai teknologi, mereka yang menjadi kalangan menengah sangat-sangat merasakan hal ini.

Jika kepentingan dasar manusia atau kebutuhan dasar terpenuhi dengan baik. Usai sudah semua rintihan pilu anak manusia, yang ada adalah keluhan hidup sebagai sisanya sebagai kepulan asap dari hati yang tidak mengenal rasa terima kasih kepada Dia Yang Maha Memberi. Yang muda-muda haruslah ekstra berjuang sebelum menemui masa dewasa dimana pada usia tersebut adalah masa-masa untuk fighting, bergelut dengan dunia. Jika kau kuat di masa muda, kau akan mudah taklukan dunia dan menjadi daulat atas hidupmu pada masa dewasa. Jika kau lemah di usia muda, kau akan terjerat terpenjara terikat tertindas di bawah kaki dunia, merasakan kegetiran zaman, merasakan benar susahnya hidup bagai orang-orang buangan. Jika keluargamu kaya, kau akan dilindungi, tapi sampai kapan? Kau harus menemukan pijakan dan pondasi yang kokoh untuk meletakkan  hidupmu di atasnya. Jika keluargamu tidak kaya, kau akan mudah merasakan getaran hidup ini, karena itu janganlah lengah dengan waktumu. Sesuatu yang hilang dari waktu tidak akan pernah kembali lagi untuk kedua kali.

Kehidupan meliputi semuanya, maka hiduplah dengan kehidupan itu, jangan batasi hidup hanya pada salah satu hal yang membuatmu sempit dalam memiliki pandangan. Namun jangan pula hingga lupa dan tenggelam, kalau kamu bukanlah manusia yang universal seutuhnya, kamu punya identitas, maka pakailah identitas itu untuk mengenali diri dan dikenali orang lain.

Jangan terlalu banyak memikirkan materi, materi memang kebutuhan untuk menopang hidup, tapi materi itu pula yang membuat kita sakit. Hilang keseimbangan langkah, dan saban waktu bila menemui jalan tak rata, kau akan limbung dan terjatuh. Seimbanglah.. seimbanglah.. seimbanglah.. ada saatnya kita untuk rehat dari memikirkan dunia, dengan memikirkan negeri akherat, ada saatnya kita rehat memikirkan tugas dan pekerjaan, dengan memikirkan hobi dan kesenangan, ada saatnya kita rehat  dari segala rutinitas dengan break sebentar..

Hidup hanya sekali jalan… jangan korbankan kehidupan akheratmu untuk dunia, jangan korbankan hidupmu untuk dunia, jangan jual idealisme untuk dunia, jangan membuang kepentingan fundamental untuk dunia. Dunia akan hancur, hidupmu akan hilang, tapi tidak dengan jiwamu, pikiranmu, hatimu.. 

Comments