Susun Kerangka Kesuksesan dan Biarkan Tuhan yang Mengisinya

Jalani saja hidup ini apa adanya dengan apa yang ada sambil terus berusaha dan berdoa, mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Sebab kerangka kemajuan sebenarnya berasal dari dalam diri kita sendiri, dan isinya adalah titipan dari Yang Maha Memiliki Segalanya.

source: pixabay.com

Kita hanya berupaya untuk menyusun kerangka kemajuan itu meliputi pola pikir, mentalitas berupa respon atau reaksi terhadap apa yang tengah dihadapi. Kesuksesan hanya datang pada mereka dengan kepribadian yang terbuka, yang hangat, humanis, ramah, dan punya prinsip hidup. Setelah menyusun kerangka pribadi sukses, berikutnya adalah mengisi kemampuan dan pengetahuan yang mendukung kemajuan itu sendiri. Mereka yang tidak punya kepribadian yang baik, dan miskin ilmu dan keterampilan tentu jauh dari kesuksesan dan kemajuan yang mereka damba.

Jangan melebihi diri dengan ucapan, tapi lebihilah diri dengan kemampuan, yang berarti belajar dan belajar terus memperbaiki dan belajar, belajar, dan belajar untuk memiliki skill dan knowledge demi menghadapi tantangan zaman.

Kesuksesan yang tanpa kegagalan adalah musibah, dan kesuksesan yang berawal dari kegagalan adalah kesuksesan yang teruji. Kesuksesan yang datang dari kebaikan adalah karunia. Semakin kita sukses, semakin tanggung jawab itu besar, karena itu ketika merebut kesuksesan, rebutlah yang bisa kita pertanggung jawabkan.

Ambisius adalah musuh dari kebaikan karena akan melahirkan rasa tidak sabar dan ketidakmampuan mengontrol diri dari keinginan terhadap sesuatu tersebut. Sukses tidak melihat siapa kamu, tapi sukses melihat kamu seperti apa. Tidak mungkin kamu sukses, kalau kamu tidak punya pribadi yang baik, tidak mungkin sukses dengan mentalitas yang lemah, tidak mungkin sukses jika kamu menutup diri dari pandangan setiap orang. Kamu tidak bisa suskses hanya dengan dirimu sendiri, kamu butuh orang lain, kamu butuh pergaulan yang super luas, dan kamu perlu berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai kalangan atau minimal yang memiliki satu minat yang sama. Kalau kamu tertutup, tidak suka bergaul, jarang berkomunikasi dan berinteraksi, tidak suka bergabung dengan komunitas tertentu, cenderung mengasingkan diri, bahkan tidak mau MOVE ON dari masa lalu dengan berbagai cerita suka dan dukanya, kamu tidak akan bisa lepas dari keadaan saat ini yang mengikat. Kamu tidak akan pernah sukses dan tidak akan pernah bisa lepas landas menuju tempat yang kamu impikan.

Bagaimana sih rasanya saat kita sudah berjuang, sudah mengorbankan banyak hal seperti waktu, pikiran, dan tenaga, tapi belum juga kunjung mendapatkan kesuksesan, atau sudah maksimal plus untuk membuat suatu karya, tapi tetap “saya belum mendapatkan apa yang saya harapkan” perlu ditelusuri dimana letak salahnya, jangan-jangan kamu belum sepenuh hati untuk berkarya. Mungkin kamu belum meninggalkan pola-pola lama, atau kamu belum mensyukuri titik point dimana saat ini kamu berada.

Bagaimana pun keadaanmu saat ini, apapun yang terjadi dan tengah di hadapi: bersyukurlah kepada Yang Maha Melapangkan Segala Urusan. Perbaikilah hubunganmu dengan Dia Yang Maha Luas dan juga hubungan sosial dengan sesama manusia, bertobatlah dari kesalahan masa lalu, dan jika kamu merasa TIDAK BISA, hijrahlah, pindah ke tempat yang lebih potensial dimana kamu pelan-pelan bisa berubah, yang mana akhirnya kamu akan menjadi seperti yang kamu harapkan.

Logikanya tidak mungkin pesawat bisa lepas landas jika pesawat itu membawa banyak beban dalam bagasinya melebihi daya tampungnya, jika dia mampu terbang pun situasinya amat berbahaya dan sewaktu-waktu bisa jatuh dengan sangat mematikan. Begitu pun dengan diri kita, jika kita masih membawa kenangan buruk dan tidak bisa memaafkan masa lalu, atau masih memiliki semacam “hutang” atau “uneg-uneg” yang tertahan maka kamu seperti membawa beban dalam dirimu. Kamu tidak bisa melupakan hal yang ingin kamu lupakan dengan cara memotong memori tersebut dan membuangnya jauh dari pikiran, kamu tidak bisa mengatasi masalah di masa lalumu dengan cara mencampakkannya, tapi yang harus kamu lakukan adalah dengan cara memperbaiki dan membersihkannya, memaafkannya, dan akhirnya kamu bisa melupakannya dengan tenang dan bisa berlapang hati. Dengan begitu dimana pun kamu berada, kamu akan lebih bisa merasa bahagia.

Comments