Teruntuk Kaum LGBT, Jangan Dekati Zina

Memprihatinkan sekali permasalahan akhir-akhir ini yang menimpa bangsa dan negara kita terutama meningkatnya jumlah penderita HIV yang memboroskan anggaran negara, mengurangi populasi penduduk baik diakibatkan oleh kematian dari penderita HIV AIDS itu sendiri maupun oleh adanya perilaku penyuka sesama jenis. HIV itu sendiri sama berbahayanya bahkan lebih berbahaya daripada narkoba karena efek yang diakibatnya, dan anehnya masih saja ada sebagian kalangan yang mendukung secara terang-terangan pintu yang membuka lebar HIV masuk dan menyebar di tubuh bangsa Indonesia.

sumber: pixabay.com

Tuhan sangat tidak mungkin menciptakan manusia dengan hasrat menyukai sesama jenis diantara mereka. Ketidakmungkinan ini bukan berarti Tuhan tidak kuasa mengadakannya, namun tentu saja hal ini sangat jauh sekali dari nilai faedah dan kebaikannya karena akan menghancurkan manusia itu sendiri sementara Tuhan menyukai semua hal yang baik-baik. Manusia di desain secara sempurna sesuai dengan fungsinya dan jauh dari kesalahan seperti seorang laki-laki yang merasakan dia adalah seorang perempuan, dan seorang perempuan yang merasakan dia adalah seorang laki-laki. Tidak mungkin Tuhan salah dalam menempatkan tubuh makhluk yang diciptakannya. Secara kodrat, laki-laki menyukai perempuan, dan perempuan menyukai laki-laki. Inilah yang betul, selain itu sangat salah total.

Jika ada orang beriman dari kalangan Islam yang merasakan dirinya biseksual atau menyukai sesama jenis, tentu dia akan berusaha merehabilitasi sedini mungkin karena dia tahu hal tersebut adalah sebuah kesalahan. Mungkin dia akan meminta untuk di-Ruqyah sebagai jalan atau solusi untuk mengobati kecenderungan atau hasrat dalam dirinya sebelum menempuh pengobatan medis.
Jika ada orang yang hidupnya bebas dari agama, tentu saja orang ini akan lebih memilih mengikuti hawa nafsunya dan akal pikirannya membenarkan tindakan tersebut. Urusan zina misalnya, secara logika tidak ada yang salah, toh suka sama suka, apa urusannya dengan orang lain, apa urusannya dengan masyarakat dan negara. Kenapa negara ikut campur dengan urusan ranjang ? toh mereka tidak merugikan orang lain, tidak merugikan negara. Pikiran semacam ini adalah pikiran orang-orang yang tidak beragama, pikiran orang-orang liberal yang amat berbahaya. Kalau benar demikian cara berpikirnya pantas saja mereka tidak mau kehidupannya diatur dan diikat oleh perintah dan larangan Tuhan. Mereka bisa saja mengatakan: “Ngapain Tuhan ikut campur urusan manusia, kan kami yang menjalani kehidupan ini sebagai manusia, bebas-bebas kami sajalah mau ngapain asalkan tidak mengganggu dan merusak tatanan alam”.

Saya sangat heran dengan kalangan-kalangan tertentu yang me-liberal-kan Islam. Tak ada istilah Islam Liberal, atau Islam segala macam yang mendukung kehidupan bebas jauh dari aturan Tuhan. Mereka bisa dikategorikan sebagai golongan Islam munafik yang sangat berbahaya untuk umat Islam. Mereka menggunakan beberapa ayat yang dipotong-potong untuk membenarkan pemikiran mereka. Bisa dikatakan sebenarnya mereka adalah santri-santri “bodoh” yang masih harus belajar lagi ilmu agama secara matang dan kaffah. Baru tahu ayat segitu saja atau tingkat pemahaman yang rendah sudah bicara agama sampai-sampai membawa nama “Islam”. Siapa pun orang Islam yang bicara tentang liberal, mendukung LGBT, pluralis adalah orang-orang yang kelihatan sekali rendahnya tingkat pemahaman ke-Islam-an mereka, kelihatan sekali “bodoh”nya karena jika mereka pintar dan paham, pasti tidak akan pernah “berani” menabrak hukum-hukum Islam apalagi sampai memelintir ayat untuk mendukung pernyataan mereka.

Zina adalah penyakit, obatnya adalah menikah. Kalau ada orang menikah masih terserang HIV perlu dipertanyakan kesetiaan pasangannya. Orang yang menjaga kehormatannya dengan baik, terjaga kemaluannya, maka akan terjaga juga dirinya sehingga tidak mungkin terserang penyakit seksual. Maka Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan, dan mewani-wanti untuk selalu dijaga dengan tidak mendekati penyakit tersebut, yaitu zina kecil secara fisik seperti “sentuhan” yang bukan muhrim, atau zina “hati” dengan mengingingkan dan membayangkan. Bayangkan, Islam begitu sangat care, peduli dengan kehormatan dan kemuliaan manusia. Jangankan berzina, mendekati zina saja sudah dilarang. Zina adalah sumber penyakit manusia yang efeknya bisa merambah kemana-mana, salah satunya memunculkan penyakit HIV AIDS.

Siapa pun anda, normal atau tidak normal dalam urusan syahwat, jika anda tidak berzina, anda akan selamat. Jika anda masuk ke dalam zina, normal atau tidak normal, anda akan masuk ke dalam bahaya. Mungkin anda akan selamat, tapi anda masih diintai bahaya sampai anda bisa keluar dari bahaya itu dengan jalan menikah. Lalu bagaimana dengan penyuka sesama jenis ? tidak ada syariat agama soal pernikahan sesama jenis. Ada pun pernikahan yang ada sekarang ini adalah dibuat-buat tanpa dasar, dan itu tidak akan menyelamatkan anda dari bahaya.

Intinya adalah zina. Kenapa orang berzina ? karena mengikuti hawa nafsu. Hukum yang benar, tidak ada yang membolehkan soal zina. Manusia yang beradab, tidak ada zina sebelum menikah. Ini bukan hanya masalah legalitas. Kalau ada orang ingin menikah karena ingin melegalkan zina dengan seseorang yang diinginkan, ini juga merusak. Menikah tujuannya bukan soal hawa nafsu. Sangat sempit sekali pemikirannya kalau menikah tujuannya untuk menyalurkan syahwat. Berarti yang ada di dalam pikirannya seks melulu. ketika dia sudah bosan, kemudian diceraikan dan menikah dengan yang lain, sudah bosan, diceraikan kembali, lalu menikah dengan yang lain. Bukankah ini juga sangat berbahaya ? menikah adalah menjadikan kita sebagai manusia yang sempurna karena di dalamnya kita belajar dan mendidik diri kita sesuai dengan fungsi-fungsi yang Tuhan ciptakan dalam diri kita. Bila anda sebagai laki-laki, maka anda menjadi pemimpin dalam rumah tangga yang tidak hanya memimpin, tapi juga menjadi seorang yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan keluarga, mendidik istri dan anak, mengarahkan mereka kepada kebaikan. Bila anda sebagai seorang perempuan, maka anda menjadi seorang pendamping yang mendukung dan mendorong suami ke jalan yang benar, menjadi pemelihara, mendidik anak, dan pengatur rumah tangga, dan lain sebagainya yang merupakan kodrat anda sebagai seorang perempuan. Itulah hukum alam. Jika melawan hukum alam, maka yang terjadi adalah kerusakan, kerusakan siapa ? tentu saja kerusakan pada hidup anda sendiri.

Coba sekali saja, anda renungkan baik-baik, jangan melihat “keanehan” pada diri anda. Keluarlah dari “kotak” pemahaman anda sendiri yang cenderung menilai segala sesuatunya sesuai persepsi anda yang belum tentu benar karena dibatasi oleh pengetahuan. Berpikirlah dengan akal sehat, dengan hati nurani anda. Lihatlah orang-orang kebanyakan di sekitar anda yang hidupnya normal. Jujurlah mengatakan bahwa “anda memang tidak normal”, dan jangan berpikir bahwa “Tuhan menciptakan anda seperti yang anda rasakan sekarang”. Tuhan tidak mungkin menyalahi hukum alam. Tuhan ingin anda mengikuti aturan mainnya dalam kehidupan ini dengan mengikuti apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Jangan dekati zina.

Comments