Membuka Rekening Tabungan BNI Syariah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Hari ini sekitar pukul setengah sebelas lewat WIB saya mendatangi suatu tempat yang berlokasi di Jl. Jend Sudirman, Kel. Enggal, Kec. Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, 35118. Tempat apa yang saya datangi ? kalau Anda search alamat tersebut, ia adalah sebuah jalan lurus di tengah pusat Kota Bandar Lampung dimana beberapa bank, toko-toko, sekolah-sekolah dan lain-lainnya berada. Tempat apa yang saya datangi? Tempat itu sudah saya googling, dan mendapatkan tiga titik lokasi: A, B, dan C. Saya memilih A, karena merupakan sebuah KC atau Kantor Cabang. Meski tidak satu kecamatan dengan alamat rumah saya, namun masih dalam area kota Bandar Lampung. Tempat yang saya datangi adalah sebuah bank, tempat saya akan menitipkan uang saya dan melakukan berbagai transaksi elektronik dengannya.

Sumber: Pixabay.com

Saya baru pertama kali mendatangi Bank tersebut, sebuah awal perkenalan dimana akan memberi kesan pertama: pelayanan yang cukup ramah, mulai dari sekuriti hingga mbak CS-nya. Apa nama bank-nya ? BNI Syariah.

Sebelumnya, saya sudah pernah buat dua akun bank dalam waktu yang berbeda (BRI Syariah dan BRI) meski akhirnya tidak bertahan, dan melakukan transaksi dengan teller dengan 3 bank (BRI, Muamalat, dan Mandiri), satu merupakan bank sendiri, dan dua bank lain merupakan bank tujuan transfer (Muamalat dan Mandiri). Biasanya saya mentransfer untuk biaya semesteran kuliah waktu masih kuliah via Mandiri, dan pembayaran hosting plus domain. Domain fatoni.id ini pun dibayar via teller Mandiri. Sebelum kuliah saya pernah membuat rekening di BRI Syariah, hanya iseng saja, tujuannya jelas menabung, waktu itu hanya cukup dengan 50 ribu saja untuk bisa membuat rekening di BRI Syariah. Saya yang saat itu sama sekali belum memiliki penghasilan dan tidak memiliki aktifitas online, akhirnya membiarkan begitu saja rekening tersebut.

2017 adalah tahun pertama, saya mulai melakukan aktifitas "online" bersama teman dan mengharuskan saya memiliki rekening bank. Saat itu saya memilih BRI dengan alasan BRI ada di mana-mana. Masalah saya dengan BRI atau bank konvensional mulai terasa saat saya lebih banyak melakukan pembayaran daripada pemasukan, sementara setiap bulan selalu ada potongan administrasi. Hmm.. saya pun berpikir untuk lari ke Syariah dengan prinsip "Wadiah"-nya. Pertanyaanya bank Syariah mana yang akan saya pilih ? saat itu belum ada pilihan dan masih mengambang, ide itu belum saya eksekusi. Lama-lama kemudian, setelah itu saya tidak isi rekening saya berbulan-bulan, sehingga “mati suri” dengan sendirinya. Beberapa bulan di akhir tahun, saya membuat produk elektronik bersama dengan seorang teman kuliah dulu yang cukup memberikan income meski tidak pasti. Hasilnya lari ke rekening teman saya (karena saya tidak punya rekening), saya pun berpikir untuk membuat rekening baru agar mudah menerima pembagian income, ide tentang Bank Syariah mengemuka kembali di pikiran saya.

Dan akhirnya, baru hari ini saya eksekusi ide saya, saya pilih BNI Syariah karena menurut saya cukup baik. Saya tidak terlalu memikirkan tentang “Apa yang akan saya dapatkan dari segi materi jika saya menabung di suatu Bank?” seperti keuntungan bunga atau bagi hasil, tapi saya lebih memikirkan “Apa setiap bulan ada potongan?” karena finansial saya tidak stabil, karena itu saya pilih “Wadiah” bukan “Mudharabah, apalagi yang terkait dengan RIBA (kecuali kalau bersifat darurat). Apa bedanya “Wadiah” dan “Mudharabah” dalam Bank Syariah? Intinya jika memilih “Mudharabah” maka kita akan mendapatkan pembagian hasil dari uang kita yang digunakan untuk melakukan pembiayaan halal yang menghasilkan keuntungan, jika “Wadiah” tidak ada. Meskipun tidak ada yang kita dapatkan dari “Wadiah”, setidaknya tidak ada potongan per bulan dimana BNI Syariah sendiri dikenakan Rp. 7.500 untuk pengelolaan rekening setiap bulannya. Selain masalah biaya pengelolaan, perbedaan lain seperti: tututp rekening (Wadiah = Rp. 20 rb, Mudharabah = Rp. 10 rb), saldo minimum (Wadiah = Rp. 20 rb, Mudharabah = Rp. 100 rb), biaya di bawah saldo minimum (Wadiah = Rp. 0, Mudharabah = Rp. 10 rb), pembuatan kartu ATM Rp. 5 rb (sama baik Wadiah maupun Mudharabah). Pembiayaan di atas berlaku jika kita membuka tabungan BNI iB Hasanah.

Membuka tabungan “Wadiah” BNI iB Hasanah bagi saya sudah cukup dngan fasilitas Buku Tabungan, Kartu ATM atau yang disebut Hasanah Debit Silver dan juga E-Banking yang meliputi ATM, SMS Banking dengan nomor HP, Internet Banking dengan web (internet) , Mobile Banking dengan aplikasi mobile (No. HP & internet) , dan Phone Banking). Untuk SMS Banking anda bisa mengakses *141# dan tekan angka "1" untuk memilih BNI diantara daftar bank yang tampil: (1) BNI, (3) MAYBANK, (4) BANK BUKOPIN, (8) CIMB NIAGA, (10) MAYAPADA, dan (112) BANK DIY.  Setelah menekan angka "1" akan tampil daftar atau menu yang bisa Anda gunakan.

Hal apa saja yang bisa kita lakukan dengan rekening tabungan BNI iB Hasanah ini ? inilah intinya, karena disamping fasilitas yang bisa kita dapatkan juga apa sih yang bisa kita lakukan jika kita membuka rekening dengan BNI iB Hasanah ini. Karena disamping adanya kelemahan bagi saya pribadi seperti tidak semua tempat terdapat ATM BNI sehingga harus menggunakan ATM bersama yang pastinya akan memerlukan pembiayaan alias potongan, tapi kelebihan dari BNI Syariah terutama khususnya Tabungan iB Hasanah ini (berdasarkan dari apa yang saya baca di situsnya www.bnisyariah.co.id/id-id/personal/pendanaan/bniibhasanah) antara lain kartu ATM dapat digunakan untuk kartu belanja (Debit Card) di merchant berlogo MasterCard di seluruh dunia, pada saat pembukaan rekening otomatif berinfak Rp. 500, dan dapat dijadikan sebagai agunan pembiayaan. Menariknya, saya bisa melakukan berbagai transaksi di counter teller tidak hanya khusus dilakukan di BNI Syariah saja, tapi juga bisa dilakukan di BNI konvensional begitu pun dengan penggunaan ATM, sehingga jika kita berada di suatu tempat dimana hanya ada BNI konvensional dan ATM BNI saja, maka kita bisa melakukannya di bank tersebut. Hal seperti inilah yang membuat saya berpikir BNI Syariah sudah cukup untuk saya, mungkin bank-bank syariah lain punya kelebihan masing-masing, tapi BNI syariah sudah cukup untuk saya.

Bagaimana dengan persayaratan pembukaan rekening ? sangat mudah, kita hanya perlu KTP saja, dan uang untuk setoran awal minimal Rp. 100 rb. semua proses dipermudah dan tidak ribet. Tapi ada satu catatan, jika Anda tidak punya E-KTP, Anda harus bawa dokumen pendukung identitas seperti SIM, Paspor, atau KK. Saya sendiri hanya membawa KTP biasa, karena E-KTP saya sedang diproses (saya mengajukan permohonan pembuatan E-KTP baru karena yang lama hilang). Saya memang pernah “baca” kalau pembukaan tabungan harus pakai E-KTP, saya pikir itu berlaku untuk seseorang yang belum pernah memiliki E-KTP sama sekali alias belum terdaftar secara online, sementara saya sudah memiliki E-KTP dan bisa dicek data saya secara online dengan menggunakan NIK, tapi rupanya memang perlu adanya E-KTP secara fisik. Oalah, saya pikir saya bakal pulang lagi untuk mengambil dokumen pendukung yang akan saya gunakan yaitu KK (kartu keluarga), tapi kemudian saya bertanya apakah bisa menyusul, dan mbak CS-nya bertanya kapan bisa menyusul, saya jawab “besok, إن شاء الله” dan akhirnya pembukaan rekening saya pun di proses... الحمد لله

Menjadi catatan: apakah Anda ingin mencetak nama Anda di kartu ATM ? atau tidak ? Jika Anda ingin mencetak nama Anda di kartu ATM, Anda harus bersabar menunggu setidaknya dua pekan (untuk bank BNI Syariah KC Tanjung Karang sendiri selama sebulan), dan selama itu Anda tidak bisa melakukan transaksi online, hanya bisa menerima saja tapi tidak bisa mentransfer. Anda hanya diberi satu pilihan yaitu SMS Banking yang bisa Anda gunakan, untuk iBanking dan Mobile Banking tidak bisa selama kartu belum jadi. Saya memilih untuk menunggu selama sebulan demi nama saya tercetak di kartu dengan alasan agar lebih memberikan identitas pada kartu tidak hanya sekedar nomor rekening saja. Lagipula saya belum membutuhkan waktu yang mendesak untuk memiliki kartu ATM dan melakukan transfer, jadi saya bisa menunggu.

Semua proses akan lebih mudah menurut saya jika Anda sudah melakukan pendaftaran secara online di rumah yaitu dengan membuka laman https://bro.bnisyariah.co.id/index.php/pages/pilih_product/3. Anda baca dan pahami, kemudian ceklist “Saya telah membaca...” kemudian klik tombol “setuju” untuk menyetujui. Setelah itu akan tampil form yang bisa Anda isikan sesuai dengan data Anda. Jika Anda seperti saya yang belum bekerja, dan mengandalkan “donasi” orang rumah, entah siapa pun, maka Anda harus catat nomor HP-nya dan apa pekerjaan “donatur” Anda itu.

Pengalaman pertama berinteraksi dengan BNI Syariah, dan semoga menjadi awal baik untuk waktu yang akan datang, tetap bertahan dan pelan-pelan menapak “bukit” terjal, menajak untuk sampai di atas. أمين

Comments