Improvisasi Ngoding dengan Vim

Vim adalah sejenis teks editor untuk menulis code-code pemrograman atau bisa juga digunakan untuk menulis teks layaknya notepad di Windows. Vim tidak bisa disejajarkan dengan Sublime Text, Notepad++, Atom, dan teks editor lainnya yang mudah kita pakai tanpa perlu konfigurasi apapun. 
Gambar: pixabay.com

Pengguna Vim perlu melakukan konfigurasi jika ingin menggunakan Vim agar lebih mudah dan cepat saat dipakai, mengingat di Vim (khusus Vim di Command Prompt atau Terminal) Anda tidak bisa memakai mouse untuk mengakses aksi atau menu yang anda inginkan, semua dikendalikan oleh perintah dan kombinasi tombol sehingga kita perlu melakukan konfigurasi seperti mengatur shortcut, menampilkan line number, dan pengaturan lainnya yang ingin Anda tambahkan sebab Vim masih sangat polos dan apa adanya ketika pertama kali diinstal atau saat pertama kali digunakan khususnya di Linux atau OS X. Kita juga perlu menginstal plugin-plugin dan melakukan pengaturan terhadap plugin-plugin tersebut, diantara beberapa Plugin yang dibutuhkan  seperti Plugin untuk autocomplete, close tag otomatis, menampilkan working directory, berpindah antar file, memberinya theme, color scheme dan lain-lain seperti pada editor lainnya. Lalu mengapa memakai Vim bila ingin seperti editor Sublime atau Atom? karena teks editor lain tidak seperti Vim, namun Vim bisa seperti text editor lainnya. Anda akan bisa merasakan sensasi menggunakan Vim itu jika sudah menggunakannnya.

Vim adalah teks editor yang seringkali digunakan oleh prorammer senior. Bukan berarti memakai Vim agar disebut senior atau jago, tapi Vim melatih kita untuk seperti mereka. Ini bukan teks editor yang ramah untuk coder pemula atau bagi kita yang menyukai hal-hal yang instan secara mainstream. Vim untuk Anda yang menyukai tantangan, Anda akan merasakan sensasi yang berbeda saat ngoding di Vim dibandingkan dengan Sublime Text misalnya. Memang semua teks editor itu bagus dan baik untuk penggunanya, namun pengguna yang ingin mengimprovisasi kemampuannya, gunakanlah Vim. Vim akan merangsang Anda untuk berpikir dan mengingat, serta mengubah kebiasaan Anda atau cara Anda selama ini menggunakan teks editor berbasis GUI, seperti: Sublime Text atau Atom.

Tampilan Vim berasa jadul, Vim suda ada sejak 1991 dengan versi 1.14 dan awal kehadirannya untuk Amiga computer. Vim dibuat oleh Bram Moolenaar pada tahun 1988 dengan menggunakan bahasa C dan VimL (Vimscript). Vim ini sebenarnya adalah Vi yang sudah di-improv oleh Bram berdasarkan teks editor-nya Atari kala itu yang lebih baru yaitu Stevie. Vi adalah teks editor yang sangat tua dibuat oleh Bill Joy, pertama kali muncul tahun 1976 dalam lingkungan sistem operasi UNIX, karena itulah Vi selalu ada di Linux dan juga OS X secara bawaan karena kedua sistem operasi tersebut turunan UNIX. Ubuntu yang saya pakai saat ini berdampingan dengan Windows merupakan salah satu distro Linux yang tersedia Vi di dalamnya. Anda bisa menggunakannya dengan membuka terminal dan mengetik Vi kemudian enter. Jika Vi not found kemungkinan pastinya namanya bukan Vi tapi vim, silahkan ketik lagi vim kemudian enter. Vim lebih asyik dijalankan dalam terminal atau command prompt, daripada versi GUI-nya. Versi GUI cocok untuk Anda yang baru hijrah dari Sublime, Atom ke Vim karena Anda di Vim versi GUI masih memungkinkan untuk menggunakan Mouse.  

Melakukan coding di Vim mungkin akan membuat Anda sedikit kaku saat pertama kali menggunakan, Anda yang biasanya cepat bekerja dengan teks editor lain tapi kali ini merasa menjadi sangat lamban karena tangan Anda belum terbiasa. Vim memang memusingkan saat pertama kali memakai, namun akan menjadi hal yang membuat candu saat menggunakannya. Ada rasa kehilangan yang mungkin Anda rasakan saat Anda beralih menggunakan teks editor lain selain Vim.

Jika Anda ingin mengimprovisasi kemampuan ngoding Anda, saran saya cobalah Vim.

Referensi:

https://www.vim.org/about.php
https://en.wikipedia.org/wiki/Vi
https://en.wikipedia.org/wiki/Vim_(text_editor)

Komentar