Mengenal Sekilas Framework CodeIgniter

Apa itu CodeIgniter?

Seperti yang tertera dalam dokumentasinya: “CodeIgniter adalah framework - toolkit pengembangan aplikasi untuk orang-orang yang membangun website menggunakan PHP”

Source: fatoni.id

Apa tujuan orang menggunakan CodeIgniter?

CodeIgniter adalah suatu framework, dan framework memiliki tujuan penggunaan agar setiap orang mudah untuk membangun project aplikasi atau website dimana kode-kode sumbernya dapat digunakan kembali (reusable) untuk project-project selanjutnya. Anda tidak perlu membangun web dari nol sama sekali, Anda hanya tinggal memakai saja kode-kode yang sudah disediakan oleh framework dengan mengikuti panduan dokumentasi atau user guide-nya, dan pastinya Anda harus mengikuti gaya dari framework tersebut.

Kenapa memilih CodeIgniter?

Ada beberapa alasan orang memilih menggunakan CodeIgniter, dan berikut ini merupakan alasan-alasan tersebut:
  • Menginginkan ukuran framework yang kecil.
  • Menginginkan kinerja yang bagus.
  • Menginginkan kompatibilitas yang luas sehingga bersahabat dengan spesifikasi hosting standard.
  • Tidak banyak membutuhkan konfigurasi. 
  • Tidak perlu menjalankan command line.
  • Tidak mempunyai aturan yang ketat dalam pengkodean.
  • Tidak menginginkan library monolitik yang besar.
  • Tidak mengharuskan menggunakan bahasa templating.
  • Menyajikan solusi sederhana dan jauh dari kesan kompleks yang rumit.
  • Mempunyai dokumentasi yang jelas dan menyeluruh.

Bagaimana langkah-langkah menginstal CodeIgniter?

  1. Download CodeIgniter dalam bentuk file zip di https://codeigniter.com/. Tenang, Anda tidak perlu mengkhawatirkan akan menghabiskan banyak kuota, karena size-nya hanya 2.59 MB
  2. Extract/Unzip hasil download CodeIgniter (saran saya pilih perintah “Extract Here” agar langsung mengekstrak isi dalam file zip CodeIgniter yaitu folder CodeIgniter-3.1.7, jika Anda menggunakan perintah “Extract To..” hasilnya akan membentuk folder baru yang di dalamnya terdapat folder CodeIgniter. Sebenarnya sama saja, namun agar memudahkan Anda ketika akan memindahkan folder tersebut ke dalam web root).
  3. Copy (atau cut) folder CodeIgniter-3.1.7 hasil ekstrak file zip CodeIgniter ke dalam web root komputer Anda, jika Anda menggunakan XAMPP, letakkan di dalam folder htdocs.
  4. Rename folder CodeIgniter-3.1.7 menjadi nama project yang Anda inginkan, misalnya “myapp”.
  5. Sediakan database baru untuk project Anda, misalnya “myappdb”, kemudian silahkan buka application/config/database.php, lalu Isi pada username dan password dengan username dan password MySQL Anda, secara default memiliki username root dan password [tidak diisi]. Masukkan nama database yang sudah Anda sediakan untuk project aplikasi ini ke dalam baris isian database.
  6. Buka file config.php pada application/config/config.php, isi pada $config['base_url'] dengan isian url project Anda, misalnya ‘http://localhost/myapp/’. 
  7. Silahkan buka web browser Anda, lalu ketika pada url address bar: localhost/myapp, halaman “Welcome to CodeIgniter akan tampil!”

Terakhir, siapakah yang menciptakan CodeIgniter?

CodeIgniter dikembangkan pertama kali oleh Rick Ellis yang mempunyai perusahaan startup yang bernama EllisLab. Rick Ellis sendiri adalah seorang yang multi talenta, tidak hanya seorang programmer, ia juga memiliki kemampuan sebagai seorang desainer, fotografer, musisi, dan jago bela diri. Sayangnya, EllisLab menyerahkan pengembangan CodeIgniter ke tangan pihak lain karena tidak bisa fokus (mungkin karena banyak hal yang diurusi oleh Rick Ellis), namun justru keputusan itu tepat karena di tangan pihak British Columbia Institute of Technology (BCIT), pengembangan CodeIgniter semakin  lebih baik, dan pamornya yang sempat meredup kini kembali terangkat.

Sekarang, apakah Anda ingin menjadi seorang CodeIgniterian atau seorang Web Artisan? Atau mungkin kedua-duanya? 


Sumber referensi: 
  • https://codeigniter.com/
  • https://www.codepolitan.com/rick-ellis-tokoh-dibalik-framework-codeigniter


Comments