Tayangan Karma ANTV, Baik atau Buruk?

Awalnya saya tidak tahu tentang tayangan Karma ANTV sama sekali karena saya bukan pengikut tayangan acara tv apa pun. Kemudian saya tahu Karma karena tanpa sengaja terlihat di Youtube, ada beberapa video kajian tentang hukumnya menonton tayangan Karma. Tayangan Karma itu apa sih? Saya memang pernah melihat beberapa kali ada video dengan judul Karma Acara Antv, tapi sama sekali tidak tertarik melihatnya. Terlihat seperti acara kuis, tapi entahlah, saya tak tertarik.

(Foto: Karma Antv)


Pada suatu ketika, saya kemudian menonton cuplikan acara Hitam Putih di Youtube yang menampilkan Roy Kiyoshi sebagai bintang tamu, kemudian saya telusuri lagi siapa Roy Kiyoshi dari video-video di Youtube. Rupanya Roy Kiyoshi adalah seorang Indigo.

Akhirnya, kemudian, saya iseng klik video tayangan Karma di Youtube untuk pertama kali, dan kesan saya pertama kali adalah tayangan ini cukup menarik, ada didikan, pesan nasihat, terlepas dari bumbu-bumbu mistis yang menyelimuti jalannya acara ini.

Kalau dilihat secara awam, tayangan ini biasa saja, maksudnya mungkin untuk pertama kali acara ini booming, orang melihatnya mungkin 
"kaget" karena belum ada pernah ada acara seperti ini sebelumnya di Indonesia yang mengangkat hal mistis berdasarkan pengalaman seseorang lalu diceritakan entah maksudnya untuk sharing, atau mencari solusi pencerahan dari masalah hidup akibat hal-hal mistis.

Sharing dan solusi, saya hanya melihatnya dari sisi tersebut, jeleknya acara ini adalah adanya membuka aib diri sendiri dan orang lain meski ada beberapa hal sensitif yang kemudian di bip untuk disamarkan, secara umum, publik masih bisa menerima, karena menceritakan aib tidak bisa terelakan dalam program acara reality show semacam ini. Acara Karma nanggung jika ingin mendapatkan solusi secara komprehensif, karena masalah partisipan tidak bisa hanya dipecahkan dari sudut mata seorang Indigo meski Roy Kiyoshi juga mengupasnya dari berbagai sisi-sisi yang lain sesuai dengan keahliannya dalam beberapa hal, tapi tentu tidak mengupasnya secara lebih dalam dan harus tetap berkonsultasi dengan medis, psikiatri, dan ustadz-ustadz dalam perkara agama. Acara ini lebih banyak bertumpu pada narasi dan pencerahan secara umum disamping bumbu-bumbu mistis yang ada.

Apa yang saya dapatkan di acara Karma setelah menonton? Ada positif dan negatifnya. Positifnya: saya jadi tahu beberapa informasi hal-hal mistis, dunia perdukunan, yang pernah dipraktikkan oleh partisipan, masalah-masalah yang selalu membayangi mereka, dihantui, mengalami guna-guna, santet, dan lain sebagainya. Saya yang tadinya sedikit alergi dengan nama-nama setan, jadi terbiasa mendengarnya meski masih bergidik jika membayangkannya, tapi ya sudahlah jangan terlalu dibayangkan.

Sebenarnya kalau kita kembali ke agama dengan menjalankan ajaran agama dengan baik dan benar, insya Allah tidak terjadi apa-apa yang berhubungan dengan alam ghaib, karena Allah memberi jaminan perlindungan dan pertolongan dari kejahatan jin dan manusia. Orang-orang normal tidak butuh hal-hal mistis, ghaib, atau hal apapun yang bersifat klenik, tapi mengetahui akan hal-hal seperti itu "ada" maka sudah cukup, tidak usah dicari-cari apalagi sampai diselami. Ilmu-ilmu ghaib semacam itu sering disalahgunakan orang untuk tujuan kejahatan, maka lindungi diri dengan perlindungan Allah SWT.

Apa negatifnya tayangan Karma? Setiap tayangan pasti punya pengaruh, pengaruh itu bisa positif dan negatif. Tayangan horror misalnya, pasti punya pengaruh yang negatif dimana bisa membangkitkan sensasi rasa takut atau timbul semacam halusinasi dalam benak pikiran, seperti takut ke kamar mandi sendirian di malam hari karena takut nanti melihat hal-hal menakutkan, menjadi takut dengan kegelapan, jika terdengar suara-suara aneh di malam hari timbul anggapan jangan-jangan itu karena sebab-sebab keberadaan makhluk ghaib, dan cepat sekali menyimpulkan sesuatu itu secara tidak logis. Dampak tayangan-tayangan berbau horror memang tergantung pada kepribadian seseorang, pribadi yang lemah, penakut, mudah cemas, mudah baperan, gampang tersugest, pasti tayangan itu akan menjadi tidak baik.

Maka jika kita mudah "tersedot" perhatiannya dengan hal-hal seperti itu, tidak disarankan menonton tayangan Karma, tayangan ini juga tidak ramah untuk anak-anak karena kurang cocok jika dikonsumsi mereka (untunglah Karma tayang pada malam hari di jam-jam dewasa, dan untuk di kanal Youtube semoga ada pembatasan usia). Sebaliknya, tayangan ini cocok untuk orang-orang yang memang bersentuhan dengan dunia-dunia spiritual, dunia mistis setidaknya membuat mereka tidak tercebur ke hal-hal negatif seperti jangan bersekutu dengan setan, jangan menyalahgunakan kemampuannya untuk menyakiti orang lain, syukur-syukur kalau mereka bisa tobat kembali ke jalan yang normal, ke dunia realita. Selebihnya, orang-orang awam yang umumnya suka dengan hal-hal berbau mistis dan horror menganggapnya hanya sebagai hiburan. Beda halnya dengan orang-orang yang hidupnya "lurus" di jalan agama, pasti tidak akan menonton tayangan Karma, karena mereka juga pasti tidak suka melihat film horror karena ya buat apa tidak ada manfaatnya untuk mereka.

Agama tidak menafikan adanya alam ghaib dan keberadaan makhluk astral. Agama menaruh perhatian pada apa yang kita lakukan dan terhadap alam sekitar. Agama juga membahas perkara ini, namun materi-materinya memang jarang terekspos oleh orang banyak. Orang awam yang tidak kenal agama dan lingkungannya lekat dengan hal mistis maka mudah tercebur ke hal-hal seperti ini, maka sudah menjadi tugas orang yang mengerti ilmu agama untuk mengenalkan ilmu agama tersebut.

Tayangan Karma hanyalah hiburan, perkara apakah itu rekayasa atau riil bukanlah sesuatu yang penting, hal terpenting adalah terletak pada substansinya. Tayangan karma sama seperti tayangan acara tv lainnya yang memiliki fans, kebetulan masyarakat Indonesia masih menggemari tayangan-tayangan mistis sehingga tayangan ini memiliki fans dan rating yang tinggi.

Saya membahas tayangan Karma dari sudut pandang orang awam, karena kalau dilihat dari sisi pandang orang yang mengerti agama maka tayangan ini tentu akan dinilai sebagai tayangan yang sedikit memberi manfaat, membahayakan akidah, hingga keluarnya cap "Haram", dan ini pun masih pro dan kontra. Namun, karena tayangan ini dilihat sebagai hiburan yang biasa-biasa saja, maka tidak perlu berlebihan dalam menyikapi tayangan tersebut, tidak perlu diyakini secara serius. Kalau dilihat secara ketat, semua acara tv pasti ada saja yang tidak sesuai dengan poin-poin tertentu dalam agama. Jadi, semua tergantung pada sikap kita bagaimana menyikapinya.

Lalu, apakah saya akan setia menonton Karma, atau meninggalkan Karma? Semua tergantung pada apa yang ingin saya dapatkan dari tayangan yang saya tonton. Saya tidak ingin fanatik dengan sesuatu yang hanya bersifat hiburan, jadi hanya mengalir saja. Apa yang kita lakukan selalu memiliki efek tertentu, jadi pertanyaannya kembali ke dalam diri kita masing-masing. Gunakan saja waktu untuk hal-hal yang produktif dan bermanfaat, dan jika butuh hiburan, berilah diri hiburan yang ringan yang bisa mengistirahatkan pikiran dan jiwa disamping hal-hal yang memang positif.

Jadi, apakah tayangan Karma itu baik atau buruk? Semua kembali bagaimana tayangan itu bereaksi terhadap diri kita, dan bagaimana kita menyikapi reaksi tersebut, biasa-biasa saja, atau malah berlebihan, dan sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Kalau kita meyakini dari awal itu salah, maka penilaian keseluruhannya akan menjadi salah, saya sendiri ingin melihatnya secara lebih proporsional dari berbagai sudut pandang, maka jawabannya pun akan beragam dan tidak mutlak pada satu jawaban yang sama. Jadi semua tergantung pada anda..

FYI: Saya tak lagi melihat tayangan Karma, rasanya sudah cukup melihat untuk kesekian kalinya, sebab tak ada hal yang mendorong saya untuk tetap menontonnya.

Comments