Surfing Buku di Perpustakaan Daerah Lampung

Buku adalah sumber ilmu pengetahuan yang tidak harus didapatkan dengan membelinya di toko buku. Kita bisa mendapatkannya secara gratis bahkan bisa membawanya pulang setelah mendaftarkan diri menjadi anggota. Ya, dimana lagi kita bisa melakukannya selain di perpustakaan.

Ruang baca utama perpustakaan


Keberadaan perpustakaan umum memiliki arti penting untuk ikut berkontribusi menyediakan sumber ilmu pengetahuan kepada masyarakat, tidak hanya menyediakan buku referensi untuk kalangan pelajar, tapi juga kalangan umum. Masalahnya minat baca masyarakat masih dinilai rendah untuk ikut meramaikan suasana dalam perpustakaan. Hal ini bisa terlihat bahwa masih sedikit masyarakat yang hadir di ruang perpustakaan jika dibandingkan dengan kalangan pelajar. Padahal buku-buku yang disajikan cukup menarik dibaca untuk kalangan umum seperti buku yang bertema tentang agama, motivasi, kesehatan, bisnis, pertanian, perkebunan, sejarah, teknologi, novel, travel dan lain-lain.  Tidak hanya buku-buku untuk orang dewasa, tersedia juga untuk anak-anak dengan ruang yang terpisah, dimana ruang tersebut benar-benar ramah untuk anak balita dan usia TK (langkah baik untuk mengenalkan anak pada dunia buku).




Perpustakaan yang bernama lengkap Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung ini berada di jalan Wolter Monginsidi atau Jl. WR. Mongisidi No. 107/144, Kupang Kota, Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung 35221 dengan kontak (0271) 484892. Menempati lantai satu pada gedung yang sama dengan Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Lampung. Buka setiap hari termasuk hari minggu (kecuali libur nasional, cuti bersama, dan hari raya) dari pukul delapan pagi hingga pukul tiga sore pada hari Senin sampai Kamis, pukul delapan pagi sampai pukul setengah empat sore pada hari Jumat, sementara untuk sabtu dan minggu hanya sampai pada pukul satu siang saja. 



Pengunjung setiap hari ada saja yang datang meskipun sebagian besar masih didominasi kalangan pelajar dan mahasiswa. Fasilitas WiFi gratis juga tersedia dengan bandwith yang lumayan kencang meski terkadang tidak selalu berjalan mulus jika sedang ramai pengunjung menggunakan laptop dan smartphone-nya untuk browsing.



Jika kita ingin membawa pulang buku untuk di baca di rumah, sebelumnya kita harus mendaftarkan diri menjadi anggota perpustakaan. Apa saja syaratnya?


  1. Mengisi formulir pendaftaran
  2. Fas photo ukuran 2x3 sebanyak tiga lembar (bisa hitam putih atau berwarna)
  3. Foto copy KTP yang masih berlaku


Kita hanya diperkenankan meminjam maksimal dua buku saja dimana satu buku memerlukan satu kantong buku (kita akan mendapatkan dua kantong buku dan satu kartu anggota setelah berhasil mendaftar). Setiap buku yang dipinjam hanya untuk satu minggu (tujuh hari) dari tanggal peminjaman, lewat dari tanggal pengembalian akan dikenai denda sebesar seribu rupiah perharinya (2018), jadi jika telat dua hari maka denda yang harus dibayar adalah 2 hari x 1.000 rupiah x 2 buku (jika meminjam 2 buku dengan tanggal pinjam yang sama, hasilnya 4 ribu). Masa keanggotaan adalah untuk lima tahun, setelah lima tahun kita diharuskan untuk melakukan perpanjangan dengan menyerahkan foto copy KTP dan kantong buku yang lama. Oh ya, masa berlaku kantong buku hanya untuk setahun saja, jadi kita harus perbaharui kantong buku jika sudah atau mendekati genap setahun. Perbedaan masa berlaku antara kartu anggota dan kantong buku kadang menimbulkan kekhilafan kalau tidak sering-sering di cek tanggal habis masa berlakunya kantong buku, apalagi masa berlakunya yang hanya setahun, jadi dalam satu masa berlakunya keanggotaan terjadi lima kali pergantian kantong buku.

Apa kekurangan perpusda? Pertama, lokasi yang tidak terlalu strategis dimana alat transportasi umum tidak selalu lewat (terutama untuk kita yang tidak menggunakan kendaraan pribadi). Kedua, perpustakaan daerah idealnya memiliki gedung atau ruang perpustakaan yang lebih besar dan luas sehingga mampu menampung banyak rak-rak buku besar dan para pengunjung yang datang, termasuk halaman parkir yang luas. Koleksi buku-bukunya pun harusnya bisa lebih diperbanyak namun lagi-lagi menuntut ruang yang lebih besar juga.

update 22 Januari 2019

Semua kekurangan perpustakaan daerah Lampung saat ini akan teratasi jika pembangunan perpustakaan modern telah rampung. Perpustakaan baru tersebut telah mulai dibangun tahun 2018 oleh Pemerintahan Provinsi Lampung di atas lahan seluas 2,5 ha yang berlokasi di jalan H. Zainal Abidin Pagar Alam, Nomor 52, Labuhan Ratu, Kedaton, Bandar Lampung. Tahun 2019 direncanakan akan selesai dan langsung bisa digunakan oleh masyarakat.

Lokasi baru tersebut lebih dekat dengan kawasan pendidikan dan merupakan wilayah yang ramai dan dilalui oleh alat transportasi publik, seperti bus dan angkot. Keseluruhan luas gedung adalah 10 ribu meter persegi yang dibagi empat bagian: Gedung Utama, Gedung Bundar Tengah, Gedung Sayap Kiri dan Gedung Sayap Kanan.

Rancangan desain gedung perpustakaan baru
sumber: perpustakaan.lampungprov.go.id

Tampak gedung terlihat unik dan modern. Jika gedungnya seperti ini, siapa yang tidak tertarik untuk datang? Lokasi yang strategis, ramai, dekat dengan zona pendidikan, didukung alat transportasi publik bisa diperkirakan akan meningkatkan jumlah kunjungan perpustakan untuk membaca, atau hanya sekedar datang melihat, berfoto, atau mengerjakan tugas. Semoga saja dengan ramainya pengunjung tidak mengurangi kualitas kecepatan wifi --ini penting untuk kaum millenial yang tak pernah lepas dari gadget.

Bagi saya pribadi, datang ke lokasi perpustakaan baru nantinya tentu akan menjadi pengalaman yang berbeda, jauh berbeda saat saya datang pertama kali dengan baju seragam sekolah, dan sempat merasakan perubahan tata ruang, bahkan lantai (ruang perpustakaan sempat dipindai ke lantai 2 sementara). Apakah gedung perpustakaan daerah Lampung yang baru ini benar-benar sesuai dengan ekspektasi atau belum? kita akan lihat nanti tahun ini.

Komentar