Menulis dan Perubahan (2)


Menulis adalah cara untuk mengaktualisasi diri, sebagai charger untuk mengukuhkan pikiran. Menulis bisa juga untuk mengungkapkan perasaan, namun itu butuh keberanian. Orang boleh tahu apa yang sedang kita pikirkan, tapi tidak semua orang boleh tahu apa yang sedang kita rasakan. Hati dan perasaannya, termasuk cinta di dalamnya, adalah bersifat privat, hanya orang dekat yang boleh tahu, kecuali jika kita mengubahnya menjadi sebuah cerita dalam buku. Cerita tentang rindu, tentang patah hati, tentang kegalauan, atau cerita-cerita yang kaya dengan perasaan, atau kenangan lalu. Atau cerita-cerita yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan apa yang kita rasakan, tapi keresahan orang lain yang kita pedulikan. 




Menulis butuh keberanian. Keberanian menjadi diri sendiri. Keberanian menuangkan gagasan sendiri tanpa takut salah dan cela. Selaiknya menulis koding, memulai menulis tanpa kesalahan adalah keanehan. Bahkan menulis itu lebih mudah dari koding. Kita bisa memulai menulis dari manapun, suka-suka kita. Namun, tidak dengan koding, kita harus mulai secara tertib sesuai aturan. Kesalahan dalam koding seperti menemukan error adalah hal biasa, sudah menjadi hal lumrah, bahkan tidak ada error itu lebih gawat daripada menemukan error saat program aplikasi tidak berjalan. Akhirnya saya tahu bahwa mengetahui kesalahan adalah cara terbaik untuk menemukan kebenaran.  

Kenyataan adalah segalanya, bukan apa yang ada dalam kepala kita, karena bila hanya ada di kepala, ia hanyalah baru sekedar wacana, dan wacana belum tentu bisa dieksekusi. Jadi, memang sebaiknya jangan terlalu lama berdiam diri memikirkan sesuatu, eksekusi saja, dari sana kita akan tahu berhasil atau tidak. Satu hal pelajaran yang pernah saya lalui di bangku SMA adalah jangan banyak berpikir dan terlalu banyak menilai diri, sebab jika sesuatu itu datang padamu maka benar itu untukmu, tak perlu ragu lagi, terimalah sebagai dirimu sendiri, tapi jika kamu sendiri malah pergi itu artinya perasaanmu dikhianati oleh pikiranmu sendiri. Jika kamu diam dengan perasaanmu, maka diammu itu lah yang membuatmu akan terluka, sebab perasaanmu membutuhkan tindakan nyatamu untuk menggenapi dan menyempurnakannya. 

Tak ada yang salah untuk mencoba sesuatu, yang salah adalah bila kita tidak mencobanya sama sekali karena takut salah, bukan karena hal lain selain itu. Jika kamu takut, sesungguhnya kamu sedang dikurung oleh ketakutanmu sendiri. Kamu tidak akan pernah kemana-mana. Untuk memecah ketakutan adalah dengan melakukannya. Kamu harus punya daya dorong, sebuah ledakan di belakangmu sehingga membuatmu harus melangkah ke depan, melangkah keluar dari lingkaran batas yang mengurungmu. Masuk ke dalam zona bebas yang menuntutmu untuk keras menjadi dirimu. Pada akhirnya, kita harus belajar untuk santai, rileks, tenang, dan membiarkan semuanya berputar. 

Jangan pernah membandingkan kehidupan yang kita punya dengan kehidupan milik orang lain. Setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing. Kita berbeda, bukan berarti abnormal. Tak sama, bukan berarti berbeda dalam arti negatif. Jangan terlalu melihat hidup ini secara linier, kadang-kadang, bahkan mungkin sudah seharusnya, bahwa kita harus out of the box, selalu open minded, melihat dari sisi berbeda. Jangan meniru orang lain yang kamu anggap lebih baik dari kamu, tapi jadilah dirimu sendiri, sebab itulah cara untuk membuatmu lebih baik dengan versi dirimu. Bisa saja, orang lain yang kita anggap lebih baik dari kita itu ketika menjadi diri kita akan sama seperti yang kita alami dan bahkan mungkin lebih buruk. Jangan pernah berhenti, teruslah melangkah menjadi dirimu sendiri, dan jika itu terus kamu lakukan maka kamu akan berkembang menjadi dirimu yang lebih baik dari dirimu yang lalu dan saat ini. Sebaliknya, jika kamu mencoba untuk menjadi orang lain dan seperti orang lain, mungkin malah membuatmu menjadi stagnan, down, bahkan akan kehilangan dirinya dan kemampuan-kemampuannya. 

Kita bisa memulai dari arah manapun, dari tempat apapun, tapi tujuan kita akan tetap satu: membawa bekal sebanyaknya di dunia ini dalam rangka menggapai bahagia hidup di akhirat. Menulislah di halaman hidup ini dengan cerita-cerita indah yang baik, agar bahagia kelak kita baca di kemudian hari, tidak di hari tua, pasti di dalam Surga, insya Allah.

Comments