Dan Akhirnya

Cinta.. tak perlu dicari. Ia ada dalam diri kita. Mengalir di urat nadi. Sebagai rasa yang mengalir dari-Nya. Dan akan kembali pada-Nya. Semua cinta itu.



Cinta.. bahasa universal. Cinta tak selalu bermakna bunga, ia juga berarti pedang.. benteng nan kukuh. Cinta bisa berarti apa saja. Sebab, semua dilingkupi olehnya dari Yang Maha Mencipta.

Cinta.. tak perlu kata untuk menyambungkan hati. Tak perlu suara, untuk bergemuruh di dalam pikiran. Tak perlu wujud, untuk terekam dalam memoar. Cinta.. hanya butuh cinta itu sendiri, setelah waktu membangunkannya. Terima kasih untuknya yang telah membangunkannya.

Cinta bisa berarti apa saja: tak hanya tentang dia, yang ada atau belum ada. Tersusun dari semua rasa. Melahirkan semua wujudnya.

Dunia terlalu lemah untuk cinta yang sempurna. Terlalu rapuh untuk menjaga cinta yang kuat. Dunia hanyalah kesementaraan ruang dan waktu, sehingga apapun yang ada di dalamnya termasuk cinta bisa hilang, muncul, timbul tenggelam, mengikuti lekukan keadaan. Menjadi kenangan.

Diam mungkin bisa menguncinya. Tetap ada tanpa perubahan. Seperti sebagaimana adanya saat ia terakhir ditinggalkan.

Mengikuti nalurinya pun tak menjamin adanya takdir yang sempurna. Membiarkannya pun tak menjamin akan sirna. Diam itu mungkin adalah takdirnya. Jalannya. Sebagaimana freezer, membekukannya.

Sebagaimana Tuhan sembunyikan wajah agung dan suara-Nya. Hanya untuk para hamba yang memuja-Nya diperlihatkan Diri-Nya di tempat yang sempurna: surga.

Seperti itulah mungkin seharusnya, cinta harus disembunyikan. Tak bergaung. Tak berbisik. Tak tersentuh. Seakan tak peduli. Itulah ujiannya. Keinginan yang tercabik-cabik. Hingga keluar darinya, saripati cinta. Diambilnya sari pati itu, dituangkannya dalam qalbu. Seketika qalbu ingat, Tuhan yang memberinya.

Dan akhirnya..

Tak perlu ada sesuatu hal yang mengganggu.. tak memiliki tak mengapa.. sebab kau dan dia adalah satu.. sebagai dua hati yang dimiliki-Nya.

Dan akhirnya…

Keindahan cinta itu sangat terasa dalam ketenangan.. kedamaian.. kesederhanaan rasa.. kesederhanaan kata.. hanya butuh menuangkan rasa, menyelami setiap ritme pelannya..

Dan akhirnya..

Kita semua akan kembali ke tempat yang sama, dimana saat Adam terbangun menemukan Hawa. Seolah seperti mengulang kembali, tapi itu bukanlah suatu awal, tapi akhir yang abadi.

Dan akhir yang paling akhir..

Kita semua akan disatukan dalam cinta-Nya: Allah Azza wa Jalla

Comments