Masa Tenang

Semalam kita sudah menyimak debat Capres dan Cawapres ke-5 yang merupakan debat pamungkas dari seluruh rangkaian debat yang dilaksanakan oleh KPU. Terlepas siapa yang lebih unggul dari debat semalam, semua kembali pada persepsi masing-masing. Hari ini kita sudah memasuki masa tenang. Masa yang diharapkan bisa menjadi waktu untuk mempertimbangkan kembali pilihan.



Tokoh-tokoh nasional baik itu dari kalangan agamawan, tokoh masyarakat, budayawan, ekonomi, akademisi, profesional, dan politikus, serta lain-lain telah menyampaikan dukungan secara terbuka, bisa menjadi referensi pilihan, terutama bagi kita masyarakat awam. Kita yang awam kerap keliru dalam menilai, apalagi jika referensi yang kita pakai hanya dari media sosial. Terperangkap dalam isu-isu yang dijaring oleh permainan psikologis. Belum lagi dengan banyaknya kebohongan dan fitnah (yang hingga saat ini fitnah-fitnah masih gencar sekali dilakukan yang sasarannya terhadap tokoh-tokoh pendukung demi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap tokoh tersebut), serta propaganda dari media tertentu dengan tidak menyajikan informasi secara berimbang.

Namun, terlepas dari semua kekisruhan yang selama ini terjadi, kita bisa bernafas lega. Bersyukur alotnya keributan di ranah daring tak sampai membuat perseturuan kita 'berdarah-darah’' secara offline. Kita sudah masuk masa tenang dengan damai, sudah saatnya kita mengakhiri perseteruan politik. Kembali membersihkan diri, menyucikan pikiran dan hati, bersiap memasuki bulan suci Ramadhan, selepas pemilu nanti.

Untuk pilihan 17 April, serahkan semua pada للهُ عَزَّ وَ جَلَى  setelah kita berikhtiar menentukan pilihan, rebahkan pilihan kita pada pilihan-Nya. Kita yang Muslim, sholatlah istikhoroh meminta petunjuk dalam menentukan pilihan. Jangan hanya mengandalkan diri kita tanpa melibatkan للهُ عَزَّ وَ جَلَى  dalam setiap urusan kehidupan terlebih ini adalah urusan memilih pemimpin untuk bangsa dan negara. Setiap pilihan menjadi ujian dan cobaan untuk diri kita. Mendekatlah pada للهُ عَزَّ وَ جَلَى di masa-masa penuh kebohongan, fitnah, dan tipu daya yang akan terus bergulir hingga puncaknya dengan datangnya Ad-Dajjal. Hanya dalam lindungan-Nya, dan petunjuk-Nya kita bisa selamat dari terkena fitnah kehidupan.

Semoga pemilu 17 April nanti berlangsung jujur dan adil, aman dan damai, dan tetap menjaga persaudaraan dan kerukunan meski berbeda pilihan. Semoga kecurangan tidak mendapatkan kemenangan. Semoga hati kita dituntun pada pilihan yang tepat.

Perbedaan adalah kekuatan bersama memunculkan pemimpin yang sebenarnya
dalam persaudaraan bangsa


وَاللهُ أعْلمُ بِالـصَّـوَابِ

Ya اللهُ menangkanlah golongan hamba-Mu yang benar-benar ada di Jalan-Mu yang benar, dan hindarkanlah kami dari kemenangan golongan yang menggunakan cara curang, fitnah, dan tipu daya. Sesungguhnya Engkau lebih mengetahui kebenaran itu daripada kami, tuntunlah hati dan jari-jari kami pada kebenaran itu. Berilah kami Pemimpin yang benar-benar adil dan Engkau ridhoi, yang menyatukan kami dalam persaudaraan bangsa. آمين

Komentar