Nyala Hati

Kehidupan ini mengajarkan banyak hal pada kita jika kita mampu membuka mata dan telinga. Melihat dan mendengar lebih banyak daripada berbicara dan tenggelam dalam lamunan pikiran sendiri akan sesuatu hal. Kehidupan ini akan menempa kita dengan trial dan error sehingga memberikan kita kemampuan di dalamnya untuk bertumbuh, berproses, hingga akhirnya menjadikan kita sebagai manusia yang kita inginkan. Bukan manusia yang berdiri di atas manusia lain, tapi manusia yang memanusiakan dirinya di tengah-tengah kehidupan manusia lainnya.



Bukan harta, tapi nilai. Nilai yang memberikan manfaat. Kita tidak bisa memungkiri, harta adalah salah satu nilai tersebut. Salah satu kekuatan atau pondasi untuk kaki berdiri dengan kukuh untuk menggapai asa. Artinya, harta bukanlah tujuan, melainkan sarana demi tujuan yang lebih tinggi. Tujuan idealisme.

Larut dalam kehidupan dunia membuat jiwa kita mati karena duniawi itu nisbi, cepat usang, dan bukanlah kehidupan yang sebenarnya. Ini hanya game, permainan. Kehidupan sejatinya adalah nilai-nilai yang Tuhan berikan melalui ajaran-Nya untuk memberikan kehidupan pada hati kita, jiwa, dan pikiran sehingga memberikan kehidupan (manfaat) juga pada apa yang kita lakukan sebagai bekal kekal kelak di hari kemudian.

Banyak orang hidup dengan caranya sesuai backgroundnya. Masing-masing berjalan sesuai dengan arusnya. Melawan arus berarti butuh tenaga dan kemampuan lebih. Tidak semua orang sanggup melakukannya. Namun, dari orang-orang inilah akan tercipta perubahan bila telah berhasil mencapai mata air --menciptakan arus baru.

Perjuangan berarti lupakan dirimu dan ingatlah orang banyak. Sebab, jika berjuang hanya untuk kepentingan dirimu, untuk namamu –perjuanganmu akan cepat padam. Seperti pejuang-pejuang kita yang berjuang atas nama bangsa dan tanah air. Mereka tidak berjuang untuk namanya, melainkan untuk Indonesia. Seperti para Sahabat yang berjuang bersama Rasulullah SAW, mereka tidak berjuang untuk kemashalatan dirinya, tapi untuk agama-Nya.  Perjuangan yang dilakukan untuk selain diri, setiap pengorbanan yang diberikan adalah dedikasi yang akan tergantikan menjadi kekuatan baru. Energi yang senantiasa terbarukan, tidak pernah habis.

Bila kita berjuang untuk diri kita, kita bukan siapa-siapa, tidak layak diperjuangkan. Bila kita berjuang untuk orang lain berdasarkan panggilan hati, kita sedang memperjuangkan sesuatu yang lebih baik daripada diri kita sendiri. Atau sesuatu yang berharga sehingga pantas untuk diperjuangkan.  Bila kita berjuang untuk diri kita, sekalinya mata panah musuh mengenai kita, kita akan tumbang seketika. Bila kita berjuang untuk orang lain, kita masih bisa untuk bangkit karena mata panah itu hanya mengenai kita bukan sesuatu yang kita perjuangkan. Kita bisa mati, tapi asa akan tetap menyala –beregenerasi. Musuh yang tahu, tidak akan berusaha menyerang kita, tapi yang diserang adalah asa kita, ideologi kita, pemikiran kita, keyakinan kita. Mereka berusaha melunturkannya –pelan-pelan. Jika itu habis, maka usai sudah.

Maka, jagalah "nyala hati"-mu, jangan terusik oleh badai. 

 والله أعلمُ

Comments