Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Harapan dan Ancaman


Hadirnya sesuatu bisa berdampak baik dan buruk. Hal tersebut tidak bisa dielakan bila menginginkan perubahan. Sebab stagnasi lebih buruk dan mematikan. Diam akan padam. Bergerak akan tumbuh. Dalam setiap perubahan selalu membawa dua pesan: harapan dan ancaman.

Harapan membawa pada pergerakan. Ancaman membuahkan pada kesadaran. Mengendalikan laju. Menyeimbangkan. Mawas diri. Dalam hal apa saja hal yang berlebihan tidak akan baik. Bisa mengaburkan penglihatan karena terhalang oleh sesuatu yang besar. Apa yang lebih besar dari diri kita sendiri bahkan dunia ini tanpa kita sadari? Syahwat.

Saat mudahnya menemukan kepentingan tanpa kendali. Semakin mudah kepentingan mengendalikan hingga jatuh dalam ketidakseimbangan. Maka, kehidupan akan menjadi semakin rentan. Dunia semakin dibebankan dengan masalah-masalah yang timbul akibat kepentingan dan ambisi besar yang dipaksakan.

Semua tentu harus berjalan secara beriringan karena semua terkoneksi. Bila ada satu saja yang memaksa bergerak lebih cepat maka yang lain harus ikut menyamakan langkahnya agar tercipta koordinasi yang baik. Lalu bagaimana jika tidak terjadi? Karena tidak siap, tidak mampu, atau tidak mau? Pasti ada yang terjatuh, ada yang dikorbankan, diamputasi, dibuang, atau dihancurkan. Atau, dibiarkan begitu saja sehingga menciptakan masalah di kemudian waktu.

Di satu sisi ada lompatan yang begitu besar tetapi di sisi lain ada sesuatu yang masih tertinggal jauh. Para penengah akan datang untuk membantu yang tertinggal agar bisa bergerak mengikuti lompatan. Menahan laju sisi yang lain dan mendorong sisi lainnya untuk sebuah keseimbangan.

Setiap patahan itu menimbulkan luka, tapi dari luka itu bila kita biarkan tanpa berpura-pura, kita akan menemukan kembali diri yang sebenarnya, sebab diri yang palsu akan lenyap bersama dengan rasa sakit. Memangkas banyak ranting-ranting pikiran, yang tumbuh rimbun meliar, meninggalkan realita. Bagai bocah, kembali memandang dunia dengan polosnya. Tubuh memaksa untuk menyederhanakan semuanya. Melihat apa adanya seperti awalnya. Reboot.

Posting Komentar untuk "Harapan dan Ancaman"