Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hibernasi


Ku ingin tidur. Tidur yang panjang. Layaknya seorang bayi yang dilahirkan menjadi manusia kembali. Memulai lagi belajar berjalan dari langkah-langkah kecil. Belajar lagi menggenggam dengan tangan yang mungil. Mendengarkan berbagai suara yang tidak dimengerti sebelum melihat rupa-rupa warna dunia. Melihat wajah yang melahirkannya dari rahimnya. Tak ada satu pun yang menyamainya untuk menggantikan kasih sayangnya. Hanya cinta Tuhan yang mampu mengalahkannya. Satu sosok yang tiada tergantikan. Yang pertama mengajari sujud di sampingnya, dan mengeja alif-ba-ta mengikuti suaranya. Yang tiada menuntut untuk menjadi siapa dan membebaskannya pada pilihan-pilihan di hidupnya.

Ada cinta yang tiada perlu disampaikan dengan kata-kata. Perbuatan yang menjadi saksi. Hati yang bicara dan tindakan yang membenarkannya. Lebih dari segala kata yang mampu terucap oleh lisan insan yang lemah. Aku tak ingin membuat janji-janji pada makhluk. Belajar dari cinta Tuhan pada makhluk-Nya dan Ibu pada anaknya. Tidak ada balasan yang sempurna atas cinta yang diberikan. Cinta pun tidak menuntut balasannya. Hati yang mencinta tak perlu pada balasan dari yang dicinta. Adakah cinta yang demikian itu? Bukanlah ada pada hatiku. Bukanlah ada pada hati yang biasa.

Apakah kau ingin tidur? Tidur yang panjang hingga terbangun nanti di lain hari. Hari yang berbeda. Tak sama lagi. Hari yang dijalani nanti sesuai catatan yang ditinggalkan. Waktu tak mengekalkan apa yang dimiliki. Waktu menyimpan apa yang diberikan dan kita tinggalkan. Seperti rasa yang tidak akan mati. Hidup di dalam kalbu dan menjadi debu semesta yang bercahaya. Tempat berhibernasi diri yang telah lelah. Mengisi daya untuk kembali bangkit berdiri. Pikiran menjadi jalan dan hati menjadi kunci. 

Kalbu adalah rumahku. Kalbu adalah sejatiku. Pikiranku adalah kedustaanku. Pikiranku adalah kepalsuanku. Kalbuku terhijab darimu tapi tidak bagi-Nya. Kau tak akan melihatku kecuali lemahku sebagai makhluk yang serba nisbi. Siapa kamu. Kamu adalah aku yang lain.

Oktober 2022


Posting Komentar untuk "Hibernasi"