Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tipu Daya

Syahwat merajai tubuh-tubuh hingga bila syahwat menjadi penguasanya banyak kerusakan di mana-mana. Kemungkaran merajalela, banyak pembunuhan dan kebohongan, tipu-tipu muslihat dan perselisihan,  fitnah keji, pelecehan, dan masih banyak hal lainnya sebagai buntut dari dituhankannya materi, jabatan, dan seksualitas. 


Kebodohan pun merajalela dengan meninggalkan akal sehat. Berhati-hatilah pada perkara yang merusak akidah, sebagai jantungnya keimanan. Sebab banyak muslim yang terlihat taat tetapi ia menebarkan “paku-paku” yang menggembosi nilai-nilai keimanan itu sendiri. Mengaku sebagai muslim akan tetapi Islam telah jauh darinya. Hanya karena ia telah mencampurkan antara haq dan batil itu. Mencari di antara keduanya yang samar-samar (syubhat) yang justru akan membahayakan dirinya di hadapan Allah.

Bukan nafsu yang lebih kuat melainkan iman yang lemah hingga tak kuasa menegakkan kebenaran di tengah sesaknya kebatilan. Lebih mencintai dan menginginkan kehidupan duniawi daripada negeri akhirat yang dijanjikan Allah. Apabila dunia dijadikan tujuan bukan media menggapai tujuan maka akan melemahkan keimanannya pada akhirat. Bukan tidak lagi percaya tetapi akan mengubahnya perlahan dengan meninggalkan ketaatan karena banyaknya godaan dan tekanan.

Haq adalah haq. Batil adalah batil. Keduanya jelas tidak samar. Namun, apabila mencari di antara keduanya, bahkan mencampurkannya, dan menganggapnya sebagai kebaikan. Maka, berhati-hatilah dengan jebakan di kanan kirinya sebab telah meniti satu jalan yang bisa menggelincirkan iman sebab jalan itu amat licin. Dan setan amat besar tipu dayanya untuk mereka yang tidak teguh hatinya, dipenuhi keraguan, dan tidak tegas dalam perkara halal-haram. Ikutilah ulama-ulama yang berjalan di atas sunnah. Mengikutinya akan lebih aman daripada mengikuti sesuatu yang tidak ada dasarnya. Selamatkanlah diri dari ancaman Allah kepada orang-orang yang lalai dalam urusan agamanya dan ibadahnya.

Semoga kita bisa selamat dari marabahaya yang ditimbulkan dari dinamika hidup yang mengguncang sebab kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di hari esok. Mempersiapkan bekal lebih tepat daripada menundanya . Namun, tetaplah tenang dalam menjalani semuanya. Ketenangan tidak akan diperoleh tanpa adanya keyakinan (iman) yang kuat sehingga melahirkan tindakan-tindakan (amal) yang nyata. Jauhkan diri dari tipu daya dan dekatkan diri pada kebenaran yang pasti dan sesuai dengan akal sebagai dasar pijakan pertama untuk jiwa yang ingin masuk ke dalam ruang-ruang spiritual sehingga tidak tersesat dalam labirin-labirinnya.

Wallahu A'lam.

Posting Komentar untuk "Tipu Daya"