Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Duka Cianjur


Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un. Dilansir dari BBC Indonesia, 162 orang telah meninggal dunia akibat gempa magnitudo 5,6 yang terjadi pada Senin, 21 November 2022 pukul 13:21:10 WIB. Dilansir dari BMKG, pusat gempa berada pada lintang -6.84 dan bujur 107.05 atau 10 km Barat Daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

Jumlah korban yang begitu besar dan banyaknya kerusakan bangunan yang terjadi pada gempa Cianjur membuat kita khawatir bagaimana jika benar-benar terjadi gempa megathrust yang tentunya kekuatan magnitudonya jauh lebih besar. Gempa Cianjur bisa menjadi gambaran bila dengan 5,6 saja bisa menghasilkan banyaknya korban dan kerusakan tentu gempa megathrust akan menghasilkan lebih banyak lagi korban dan kerusakan yang lebih masif. 

Menjadi pertanyaan kita apa persiapan pemerintah daerah selama ini? Apakah prediksi gempa besar telah menghasilkan tindakan-tindakan di lapangan, seperti melakukan pengecekan ketahanan bangunan, mitigasi bencana, penyuluhan kepada masyarakat apa yang harus mereka lakukan ketika terjadi gempa? Apakah semua itu sudah dilakukan?

Gempa adalah peristiwa yang tidak pernah bisa diduga kapan akan terjadinya tetapi dengan adanya persiapan dan antisipasi kita berharap bahwa jumlah korban dapat diniminalisir dengan memperkuat bangunan dan menjadikan bangunan-bangunan tahan gempa di wilayah rawan gempa atau di wilayah yang diprediksi akan terjadi gempa. Adanya bangunan tahan gempa sangat penting menyangkut korban jiwa dan luka-luka karena tertimpa bangunan, begitu pula dengan pemetaan wilayah untuk mengukur area aman untuk warga jika terjadi longsoran. 

Takdir Allah memang tidak bisa dihindari. Namun, perkara takdir adalah domain Allah bukan domain manusia. Domain manusia adalah berencana dan berusaha semaksimal mungkin dibarengi dengan doa. Namun, apabila sudah terjadi maka itulah takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah. Takdir yang sudah terjadi tidak boleh kita gugat atau sesali. Hal yang bisa kita sesali adalah perbuatan diri kita sendiri. Menyesali perbuatan diri menjadi bahan introspeksi untuk diri sementara menyesali takdir justru membuat kita menjadi kufur kepada sang pembuat takdir. 


Posting Komentar untuk "Duka Cianjur"